Kediri, 6 Februari 2026 – Kesakralan menghiasi lapangan depan SMKN 1 Kota Kediri pada hari ini. Mengisi kegiatan kokurikuler, seluruh warga sekolah berkumpul untuk melaksanakan Istigosah Jumat Wage sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H.

Kegiatan dimulai dengan pembacaan Ratib Al Haddad. Tradisi rutin ini bertujuan untuk memperkuat spiritualitas siswa agar selalu mengingat Allah SWT. Edy Suroto selaku Kepala Sekolah, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk karakter murid yang religius namun tetap berpijak pada akar budaya Jawa.

Tradisi kenduren melengkapi kegiatan hari ini. Nuansa budaya Jawa terasa kental saat acara berlanjut ke sesi Kenduren. Sebagai bentuk pelestarian tradisi Megengan (menyambut bulan puasa), sekolah menyajikan hidangan filosofis khas Jawa, di antaranya:

  • Kue Apem: Simbol permohonan maaf (afwun).
  • Jenang Sengkala: Jenang merah putih sebagai simbol penolak bala.
  • Pisang Raja & Kembang Telon: Pelengkap tradisi yang sarat makna doa dan penghormatan leluhur.

“Istighosah dan Kenduren merupakan harmonisasi pendidikan agama dan pelestarian budaya Jawa di lingkungan sekolah,” ujar beliau. Melalui perpaduan doa dan tradisi ini, SMKN 1 Kota Kediri berharap seluruh warga SMEKSA khususnya murid memiliki kedalaman spiritual dan kepedulian terhadap warisan budaya bangsa yaitu budaya Jawa.

Religius & Berbudaya: SMKN 1 Kota Kediri Gelar Istigosah dan Megengan