Kediri – Ada pemandangan yang jarang terjadi di SMKN 1 Kota Kediri. Meski masih dalam suasana libur akhir semester, pada tanggal 7 dan 8 Juli 2026, para pengajar yang biasanya berdiri di depan kelas, kini duduk manis mendengarkan, mencatat, dan sesekali mengangguk-angguk seperti murid yang sedang dikejar tenggat. Sekolah ini tengah menggelar Workshop Perencanaan Pembelajaran dan Program Kerja, sebuah ikhtiar dua hari untuk merapikan peta jalan mengajar sebelum tahun ajaran baru benar-benar berlari kencang.

Hari pertama dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kediri, Bapak Adi Prayitno, S.Pd., M.M., yang datang membawa semacam pengingat: bahwa dunia pendidikan tidak pernah benar-benar diam, dan siapa pun yang berhenti belajar akan tertinggal oleh muridnya sendiri. Materinya berkutat pada perencanaan pembelajaran ”bukan sekadar menyusun dokumen administratif, melainkan merangkai arah yang jelas tentang ke mana proses belajar-mengajar ini hendak dituju. Terapkan bahwa setiap mata pelajaran memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan alam. Salah satunya untuk mendukung penuh program pangan mandiri dalam bentuk SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan).

Memasuki hari kedua, giliran Pengawas Pembina, Ibu Niken Peni Wardani, S.T., M.T., mengambil alih forum. Fokusnya bergeser pada penyusunan program kerja, semacam kompas praktis yang akan menuntun langkah para guru sepanjang semester mendatang, agar setiap rencana besar tidak berhenti menjadi wacana di atas kertas.

Yang menarik, seluruh rangkaian ini bukan sekadar kegiatan tahunan yang datang dan pergi tanpa bekas. Kepala SMKN 1 Kota Kediri, Bapak Edy Suroto, S.Pd., M.M., menegaskan satu pesan yang terasa seperti tantangan halus. Seluruh guru dituntut mampu mewujudkan Kultivasi Pembelajaran Mendalam, sebuah gagasan bahwa mengajar bukan lagi soal menuntaskan materi, melainkan menanam pemahaman yang benar-benar tumbuh dan berakar pada murid.

Dua hari, dua narasumber, satu semangat yang sama, bahwa seorang guru sejatinya tidak pernah lulus dari sekolah. Ia hanya berpindah tempat duduk dari depan kelas ke tengah forum, lalu kembali lagi ke depan kelas dengan bekal yang lebih matang.

Smeksa BERANI

Ketika Guru Kembali Duduk di Bangku Belajar