KEDIRI – SMK Negeri 1 Kota Kediri menampilkan kesiapan penuh dalam menyongsong berbagai program sekolah. Selama dua hari berturut-turut, sekolah yang dipimpin oleh Edy Suroto, S.Pd., M.M., sukses menggelar serangkaian kegiatan penting, mulai dari Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang 1 hingga Inspeksi Kesehatan Lingkungan bersama instansi kesehatan setempat.

Rangkaian kegiatan diawali pada Senin (5/10/2026) dengan pelaksanaan hari pertama Gladi Bersih TKA Gelombang 1. Bertempat di Gedung ICT SMKN 1 Kota Kediri, ratusan murid tampak fokus mensimulasikan alur ujian secara teliti. Didampingi oleh tim proktor dan teknisi yang andal, kegiatan ini menjadi ajang penting untuk mengukur kesiapan teknis maupun mental para murid.

Semangat tersebut terus berlanjut hingga hari kedua pelaksanaan pada Selasa (6/10/2026). Para peserta semakin tangkas membedah soal-soal ujian dan beradaptasi dengan simulasi sistem. Keseriusan para murid di atas papan ketik menjadi bukti nyata bahwa gladi ini merupakan batu loncatan penting untuk mengasah strategi dan memantapkan kesiapan menuju TKA yang sesungguhnya.

Kunjungan Monitoring Kacabdin Wilayah Kediri Pelaksanaan Gladi Bersih TKA semakin mantap

Kedatangan dalam bentuk kunjungan monitoring dan evaluasi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri, Bapak Adi Prayitno, S.Pd., M.M., pada Selasa (6/10/2026), beliau menyusuri setiap ruang ujian untuk memastikan kelancaran infrastruktur teknis, kesiapan sarana-prasarana, hingga kenyamanan para siswa yang sedang berlatih.

Kehadiran Kacabdin memberikan motivasi sekaligus menegaskan komitmen Dinas Pendidikan dalam mengawal rangkaian ujian agar berjalan secara jujur, transparan, dan lancar demi mencetak generasi unggul yang berprestasi.

Sinergi Sehat Bersama Puskesmas Sukorame

Tidak hanya fokus pada kesiapan akademik, SMKN 1 Kediri juga bergerak aktif dalam menjaga kualitas lingkungan sekolah. Pada Selasa (6/10/2026), tim dari Puskesmas Sukorame hadir menggelar kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dan survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Petugas kesehatan secara cermat menyisir berbagai area sekolah, mulai dari kebersihan kantin, ketersediaan fasilitas cuci tangan, hingga pengelolaan sanitasi. Petugas juga berdialog interaktif dengan para siswa untuk memotret kebiasaan hidup sehat sehari-hari. Langkah kolaboratif ini menjadi wujud kepedulian bersama dalam menciptakan ekosistem belajar yang asri, higienis, dan nyaman agar seluruh warga sekolah dapat terus berprestasi dengan kondisi fisik dan mental yang prima.

Dua Hari Beruntun Matangkan Akademik dan Kesehatan Lingkungan