KOTA KEDIRI — SMK Negeri 1 Kota Kediri (SMEKSA) kembali menunjukkan komitmennya dalam membina karakter seluruh muridnya. Pada Jumat, 4 September 2026, sekolah menyelenggarakan kegiatan kokurikuler rutin Jumat Wage yang diisi dengan pelaksanaan istighosah bersama. Suasana kegiatan berlangsung sangat khidmat, penuh kekhusyukan, serta mempererat tali kebersamaan antarwarga sekolah.

Pemilihan hari Jumat Wage dalam penanggalan Jawa ini sengaja dipertahankan sebagai langkah nyata sekolah dalam melestarikan kearifan lokal. Selain sebagai sarana pembinaan spiritual, kegiatan ini menjadi edukasi budaya agar para murid tetap mengenal, menghargai, dan tidak melupakan warisan budaya Jawa di tengah arus modernisasi.

Melalui pembiasaan doa bersama dan sesi refleksi spiritual ini, murid diajak untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus menumbuhkan sikap religius. SMEKSA berupaya membangun fondasi moral siswa agar senantiasa berakhlak mulia, memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi, serta menumbuhkan rasa kepedulian yang mendalam terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
Kepala SMK Negeri 1 Kota Kediri, Edy Suroto, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa agenda istighosah Jumat Wage merupakan wujud nyata komitmen sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan yang seimbang antara kompetensi, nilai spiritual, dan penguatan identitas budaya. Hal ini sejalan dengan semangat dan motto sekolah #BERANI (Berakhlak Mulia dan Mumpuni).
Melalui integrasi nilai religi dan budaya seperti ini, SMK Negeri 1 Kota Kediri berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dan siap bersaing di dunia kerja, tetapi juga memiliki integritas moral serta tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur budayanya.
