Embun belum kering dari ujung-ujung rumput, namun gema ‘Pra MPLS’ telah memecah sunyi di lapangan SMK Negeri 1 Kota Kediri. Jumat, 10 Juli 2026, tampak momen magis para tunas muda, berbaris rapi layaknya barisan aksara, bersiap meretas takdir baru di panggung pendidikan.

“Hari ini adalah awal ritual yang pembasuhan karakter,” bisik angin sepoi yang mengiringi barisan seragam cokelat di lapangan sekolah.
Sebagaimana dipaparkan Edy Suroto, S.Pd., M.M., sang pemimpin sekolah, setiap derap langkah di waktu pagi adalah suntikan kepercayaan diri. Mereka tak hanya diajak mengenali tembok sekolah yang kaku, tetapi menziarahi budaya belajar yang luhur dan menanam benih kedisiplinan yang berakar kuat.
Dengan binar mata penuh harap, ratusan siswa baru itu dididik menjadi pembangkang—pembangkang terhadap rasa takut, pembangkang terhadap keterbatasan, demi menjelma menjadi generasi pelajar yang tak sekadar pandai berteori, namun juga berani, aktif, kreatif, dan berprestasi. Langkah awal bari murid baru hari ini meski masih samar di kejauhan, perlahan mulai tampak terang dan kink benar-benar memasuki jenjang yang lebih tinggi.
PraMPLS SMKN 1 Kota Kediri Berani!
