Kebijakan Mutu
Visi:
“Mewujudkan SMK Negeri 1 Kediri sebagai lembaga pusat pendidikan kejuruan terpadu yang unggul dalam rangka menghasilkan tamatan yang beriman, bertaqwa, dan profesional untuk memenuhi pasar kerja nasional dan internasional”.
Misi:
- Meningkatkan pemahaman warga sekolah tentang pelaksanaan kurikulum sekolah bertaraf internasional.
- Meningkatkan kuantitas dan kualitas guru yang bersertifikat.
- Melengkapi sekolah dengan sarana dan prasarana yang memadai.
- Meningkatkan kultur sekolah dengan penerapan 7 K. (kebersihan, keindahan, kenyamanan, ketertiban, kerindangan, kesehatan, dan keamanan).
- Meningkatkan kultur sekolah dalam menerapkan Trias UKS: penyelenggaraan pendidikan kesehatan, penyelenggaraan pelayanan kesehatan, pembinaan lingkungan sekolah sehat.
- Menghasilkan tamatan yang beriman dan bertaqwa, terampil profesional mampu bersaing dan mengembangkan diri di era globalisasi
Tujuan
- Mewujudkan SMK Negeri 1 Kediri menjadi lembaga pendidikan kejuruan yang akuntabel sebagai pusat pembudayaan kompetensi berstandar internasional.
- Mendidik sumber daya manusia yang mempunyai etos kerja dan kompetensi berstandar internasional.
- Mengangkat keunggulan lokal sebagai modal daya saing tamatan
- Menerapkan manajemen sekolah yang efektif dan efisien sesuai dengan standar internasional.
Kebijakan Mutu Institusi
Dalam rangka mewujudkan Visi, misi, dan tujuan, institusi menetapkan kebijakan mutu sebagai berikut :
- Sekolah kami selalu berorentasi pada mutu.
Sebagai lembaga pusat pendidikan kejuruan berbasis teknologi, profesional, dan handal maka mutu merupakan tujuan bagi kami.
- Memuwujudkan manusia trampil, beriman, dan bertaqwa.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja kami mengutamakan tamatan yang trampil dan profesional.
- Kebijakan berdasarkan data dan fakta
Keputusan yang efektif selalu didasarkan analisis data-data dan informasi.
- Norma kultur sekolah selalu kami tanamkan pada warga.
Meningkatkan kultur sekolah dengan penerapan 7K dan Trias UKS.
- Sistem pendidikan nasional panutan kami.
Sekolah menerapkan pendidikan sistem ganda: proses diklat di sekolah dan di industri dalam negeri maupun luar negeri.
- Acuan kurikulum adalah SMK bertaraf internasional.
Bahan ajar, penyajian dan penilaian mengacu kepada standar internasional.
- Tujuan akhir yang sempurna.
Sebagai lembaga pendidikan yang akuntabel, menghasilkan tamatan yang profesional, beretos kerja, dapat memenuhi pasar kerja nasional dan internasional.
- Unggul dalam kuantitas dan kualitas.
SMK besar yang mengutamakan keunggulan dalam pendidikan dan pelatihannya.
- Kerjasama antar warga sekolah diutamakan.
Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan diperlukan kerjasama yang sinergis di antara warga sekolah.
10. Etos kerja yang tinggi adalah semboyan kami.
Dalam mengembangkan konsep pendidikan kejuruan yang adaftif, luwes, dan berwawasan global diperlukan etos kerja yang tinggi.
11. Dedikasi, kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab adalah profesionalisme kerja kami.
Dalam upaya menghasilkan tamatan yang berkualitas diperlukan dedikasi, kedisiplinan, kejujuran dan tanggung jawab dari semua pihak.
12. Inovasi yang sustainable
Untuk meningkatan mutu tamatan, sekolah selalu mengadakan inovasi yang berkesinambungan.
13. Riset yang berorientasi pada pengembangan profesi.
Guru selain sebagai seorang pendidik juga adalah peneliti..
14. Institusi berwawasan global.
Sekolah merupakan institusi yang dinamis, mengikuti perkembangan teknologi dan informasi dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional.
Sasaran Mutu
Sasaran Mutu SMK Negeri 1 Kediri periode tanggal 14 Juli 2008 sampai dengan 30 Juni 2009 adalah:
- 40% tenaga pendidik dan kependidikan mampu berbahasa inggris.
- 70% tenaga pendidik dan kependidikan menguasai ICT(TIK).
- Sinkronisasi kurikulum program keahlian Teknik Mekanik Otomotif dengan mitra internasional.
- Membentuk Tempat Uji Kompetensi(TUK) dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Teknisi Otomotif(LSPTO) Indonesia dan TUK KKPI.
- 20% tamatan terserap di DU/DI.
- Minimal 1 peserta ikut LKS nasional.
- Rata-rata nilai Ujian Nasional ³ 7,00.
- 95% siswa menaati tata tertib sekolah.
- 100% guru menaati tata tertib.
